Allah

Kamis, 14 Januari 2021

Pelajaran 6 Mari Belajar Q.S.Al-Fil (Daring PAI Kelas 4 Ke -1 Semester 2)


 
Tugas Daring Kelas 4 Ke -1 Semester 2:

1.Belajar tata cara membaca Q.S.Al-Fil dengan Baik dan Benar
2. Menulis dan Menghafal Q.S.Al-Fil beserta artinya
3. Menulis Isi Kandungan Q.S.Al-Fil
 (Hasil rangkuman bisa di photo dan di japrikan seperti biasa ke Nomor 087827115444)

Anak-anaku sekalian alhamdulillah sekarang ini kita sudah memasuki semester 2 tetap semangat ya belajarnya meskipun masih Daring. Ingsya Allah nanti juga kita pasti akan masuk lagi belajar seperti biasa di sekolah,untuk saat ini sabar saja karena Allah akan selalu bersama orang yang sabar dan bagi orang yang bersabar akan di cukupkan pahala tanpa batas

 إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ


Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (QS. Az Zumar :10).


Baiklah langsung saja materi daring kali ini Mari Belajar al-Qur’ān Surat Al-Fil. Silahkan kalian dapat simak video di bawah ini untuk mengetahui bagaimana tatacara membaca Q.S.Al-Ma'un dengan baik dan benar !


 
Sesudah kalian belajar bagaimana tata cara membaca Q.S.Al-Fil dengan baik dan benar. Silahkan kalian tulis dan hafalkan Q.S.Al-Fil di bawah ini lengkap dengan artinya kemudian hafalkan ya!



Isi Kandungan Q.S.Al-Fil

Q.S.Al-Fil adalah surah yang diturunkan di Mekah yang terdiri dari 5 ayat. Al-Fil artinya Gajah

Kisah Pasukan Gajah yang Ingin Menyerang Ka’bah

Surat ini menjelaskan tentang ashabul fiil (pasukan gajah) yang di pimpin oleh raja Abrahah yang ingin menghancurkan rumah Allah (Ka’bah). Mereka sudah mempersiapkan diri untuk menghancurkan Ka’bah tersebut. Mereka pun mempersiapkan gajah untuk menghancurkannya. Tatkala mereka datang mendekati Makkah, orang-orang Arab tidak punya persiapan apa-apa untuk menghadang mereka. Penduduk Makkah malah takut keluar, takut dari serangan ashabul fiil tersebut. Lantas Allah menurunkan burung yang terpencar-pencar, artinya datang kelompok demi kelompok. Itulah yang dimaksud “thoiron ababil (Burung yang berbondong-bondong)” sebagaimana kata Ibnu Taimiyah. Burung-burung tersebut membawa batu untuk mempertahankan Ka’bah. Batu itu berasal dari lumpur (thin) yang dibentuk jadi batu, seperti tafsiran Ibnu ‘Abbas. Ada juga yang menafsirkan bahwa batu tersebut adalah batu yang dibakar (matbukh). Batu tersebut digunakan untuk melempar pasukan gajah tersebut. Lantas mereka hancur seperti daun-daun yang dimakan dan diinjak-injak oleh hewan. Allah memberi pertolongan dari kejahatan pasukan gajah tersebut. Tipu daya mereka pun akhirnya sirna.

Dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah, “Kisah ini adalah dari kisah raja Abrahah yang membangun kanisah (gereja) di negeri Yaman. Ia ingin agar haji yang ada di Arab dipindahkan ke sana. Abrahah ini adalah raja dari negeri Habasyah (berpenduduk Nashrani kala itu) yang telah menguasai Yaman. Kala itu diceritakan ada orang Arab yang menjelek-jelekkan kanisah (gereja) orang Nashrani sehingga membuat raja Abrahah marah. Lalu ia pun berniat menghancurkan Ka’bah.” (Lihat Majmu’atul Fatawa karya Ibnu Taimiyah, 27: 355-356).

Kisah ini mengingatkan orang Quraisy akan pertolongan Allah yang telah menghancurkan pasukan gajah dan juga menunjukkan bagaimana Allah mengatur makhluk dan membinasakan musuh-musuh-Nya.

Tahun Kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Pada tahun penyerangan gajah tersebut, lahirlah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tanggal 12 Rabiul Awwal tahun gajah atau bertepatan dengan  tahun 570 m. Di sebut  tahun gajah karena bertepatan dengan peristiwa itu. Kisah itu adalah titik awal yang menunjukkan akan datangnya risalah beliau atau itulah tanda kenabian beliau. 


Di bawah ini ada sebuah hadist yang dapat Memotivasi buat kalian agar semangat belajar 
وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ، وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ، وَمَنْ فِي الْأَرْضِ، وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ
 "Sungguh, para malaikat merendahkan sayapnya sebagai keridaan kepada penuntut ilmu. Orang yang berilmu akan dimintai ampunan oleh penduduk langit dan bumi, bahkan hingga ikan yang ada di dasar laut."(HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Read more »

Rabu, 13 Januari 2021

Pelajaran 6 Indahnya Saling Membantu dan Hidup Rukun (Daring PAI Kelas 6 Ke -1 Semester 2)

 

Tugas Daring Ke -1 Kelas 6 Semester 2:

1.Membaca & Menghafal Penggalan Q.S.Al-Ma'idah ayat 2 beserta artinya

2.Menulis Isi Kandungan Q.S.Al-Ma'idah ayat 2

3. Berikan Contoh sikap saling tolong menolong !

    a. Contoh sikap tolong menolong dalam berbuat kebajikan dan taqwa

    b. Contoh tolong menolong dalam berbuat keburukan dan dosa

(Hasilnya bisa di photo dan di japrikan seperti biasa ke Nomor 087827115444)

Anak-anaku sekalian Alhamdulillah sekarang ini kita sudah memasuki semester 2 tetap semangat ya belajarnya meskipun masih Daring. Ingsya Allah nanti juga kita pasti akan masuk lagi belajar seperti biasa di sekolah,untuk saat ini sabar saja karena Allah akan selalu bersama orang yang sabar dan bagi orang yang bersabar akan di cukupkan pahala tanpa batas

 إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (QS. Az Zumar :10).

Baiklah langsung saja materi daring kali ini "Indahnya Saling Membantu dan Hidup Rukun"

Silahkan kalian Baca dan Hafalkan terlebih dahulu ya Penggalan Q.S.Al-Ma'idah ayat 2 beserta artinya di bawah ini:

Sesudah membaca dan menghafal kemudian kalian tulis isi kandungannya di bawah ini !

Isi Kandungan Q.S. al-Ma'idah/5:2 

Isi Kandungan Penggalan Q.S. al-Ma'idah/5:2 ini berisi tentang ajakan tolong-menolong dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. 

Kita diharuskan saling menolong kepada sesama kita dalam perbuatan baik dan ketaqwaan, sebaliknya hindari saling menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. 

Misalnya, ada teman kita yang mengajak membolos, hendaknya dihindari atau ditolak, karena membolos perbuatan tidak baik. Tetapi bila ada teman kita yang mengajak ke mesjid untuk mendengarkan ceramah agama atau şalat berjamaah, kita harus mendukungnya. 

Begitu pula bila ada teman mengajak nonton televisi atau main game terus menerus sehingga lupa makan dan belajar, kita harus menolaknya. Tetapi bila ada teman yang mengajak kita belajar bersama, maka kita harus mau bergabung. Karena belajar bersama sangat baik dan menguntungkan, insya Allah kita akan mendapat karunia dan pahala dari Allah Swt.Aamiin.

Di bawah ini ada beberapa contoh sikap tolong menolong dalam kebajikan dalam bentuk gambar yang mana kalian harus praktekan ya dalam kehidupan sehari hari ! 

karena ilmu yang bermanfa'at itu adalah ketika kalian mengetahui dan kalian juga amalkan/praktekan dalam kehidupan sehari-hari !

















Anak-anaku sekalian Indah bukan jika kita hidup saliing tolong menolong? 
Mari kita terapkan ya dalam kehidupan sehari-hari! 

sehingga kita dapat hidup aman,tenang, rukun dengan semua orang..

Nah setelah kalian membaca,menghafal dan manulis isi kandungannya sekarang kalian tulis ya sebanyak mungkin Contoh sikap tolong menolong !

1. Contoh sikap tolong menolong dalam berbuat kebajikan dan taqwa

2. Contoh tolong menolong dalam berbuat keburukan dan dosa

Di bawah ini ada sebuah hadist yang dapat Memotivasi buat kalian agar semangat belajar 

وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ، وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ، وَمَنْ فِي الْأَرْضِ، وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ

 "Sungguh, para malaikat merendahkan sayapnya sebagai keridaan kepada penuntut ilmu. Orang yang berilmu akan dimintai ampunan oleh penduduk langit dan bumi, bahkan hingga ikan yang ada di dasar laut."(HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Read more »

Minggu, 10 Januari 2021

Pelajaran 6 Mari Belajar Al-Qur’ān Surat al-Mā’ūn (Daring PAI Kelas 5 Ke -1 Semester 2)



Tugas Daring Kelas 5 Ke -1 Semester 2:

1.Belajar tata cara membaca Q.S.Al-Ma'un dengan Baik dan Benar
2. Menghafal Q.S.Al-Ma'un beserta artinya
3. Merangkum Isi Kandungan Q.S.Al-Maun
 (Hasil rangkuman bisa di photo dan di japrikan seperti biasa ke Nomor 087827115444)

Anak-anaku sekalian alhamdulillah sekarang ini kita sudah memasuki semester 2 tetap semangat ya belajarnya meskipun masih Daring. Ingsya Allah nanti juga kita pasti akan masuk lagi belajar seperti biasa di sekolah,untuk saat ini sabar saja karena Allah akan selalu bersama orang yang sabar dan bagi orang yang bersabar akan di cukupkan pahala tanpa batas

 إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ


Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (QS. Az Zumar :10).


Baiklah langsung saja materi daring kali ini Mari Belajar al-Qur’ān Surat al-Mā’ūn. Silahkan kalian dapat simak video di bawah ini untuk mengetahui bagaimana tatacara membaca Q.S.Al-Ma'un dengan baik dan benar !


  

Sesudah kalian belajar bagaimana tata cara membaca Q.S.Al-Ma'un dengan baik dan benar. SIlahkan kalian tulis dan hafalkan Q.S.Al-Ma'un di bawah ini lengkap dengan artinya kemudian hafalkan ya!


Isi Kandungan Al-Qur’ān Surat al-Mā’ūn

Allah Swt. mengawali surat ini dengan pertanyaan “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?” Pertanyaan itu dijawab sendiri oleh Allah Swt ,seperti berikut:

Orang yang mendustakan agama itu mempunyai ciri sebagaimana berikut:

1. Orang yang menghardik anak yatim. Menghardik maksudnya membentak atau menyakiti fisik maupun perasaannya. Misalnya mengatakan kepada mereka “Hei anak yatim”. 

2. Orang yang tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. 

Kemudian Allah Swt. mengemukakan orang yang celaka, yaitu: 

a. Orang yang lalai dari Çalatnya, 

b. Berbuat ria (Melakukan amal perbuat dengan niat bukan karena Allah SWT/mempertontonkan amal perbuatan baiknya kepada orang lain), 

dan 

c. Orang yang enggan (menolong dengan) memberikan bantuan barang berguna

Sikap terpuji apa sajakah yang dapat diambil dari ayat di atas? Sikap terpuji yang dapat diambil dari ayat di atas dan perlu kita amalkan ialah: 

• Mencintai dan menyayangi anak yatim. Misalnya kita berteman dengan baik, bertutur kata yang santun kepada mereka. Bila kita yatim, maka berbuat yang santun terhadap sesama saudara yatim. 

Gambar 6.2 Gambar peserta didik di sekolah sedang memberikan santunan kepada anak yatim. 

• Menyayangi dan memberi makan orang-orang miskin. Sudah menjadi kewajiban bagi orang yang punya (kaya) membantu orang yang tak berpunya (miskin). 

• Salat ditegakkan atau dilakukan tepat waktu. Apabila tiba waktu salat bersegeralah menunaikannya, pasti beruntung. 

• Hindari perbuatan ria yang mempertontonkan amal perbuatan baiknya. Misalnya memamerkan sesuatu yang dimilikinya kepada orang lain hanya untuk berbangga diri. 

• Hendaklah memberi bantuan kepada orang yang membutuhkan. Mengapa? Karena manusia itu adalah makhluk sosial, satu dengan lainnya saling membutuhkan. 




Read more »

Senin, 26 Oktober 2020

Materi Pai Kelas 5 Pelajaran 3 (Hormat Dan Patuh Kepada Orang Tua Dan Guru) & Indahnya Saling Menghargai

Bismillaahirrahmaanirrahiim.Assalaamu'alaikum.wr.wb. anak-anak materi pembelajaran kali ini adalah Hormat dan Patuh Kepada Orang Tua dan Guru & Indahnya Saling Menghargai. kalian dapat melihat materi videonya di bawah ini !

Catatan:Bagi yang tidak mempunyai kuota materinya dapat dilihat di LKS hal.27-29

 

Setelah kalian simak videonya silahkan kerjakan so'al di bawah ini :


Jika sudah bisa di photokan dan dikirim seperti biasa hasilnya ke nomor 087827115444. Terimakasih.



Read more »

Kamis, 15 Oktober 2020

Video Pembelajaran Kisah Gadis Penjual Susu yang Jujur di Masa Khalifah Umar bin Khattab & Kisah Pengembala yang Senang Berbohong

Anak-anak sekalian silahkan tonton videonya di bawah ini:

Catatan:Bagi yang tidak mempunyai kuota ceritanya bisa dilihat di LKS hal.26-27

Kisah Gadis Penjual Susu yang Jujur di Masa Khalifah Umar bin Khattab


Silahkan tonton juga video ke 2 ya dengan judul :
Kisah Pengembala yang Senang Berbohong



Dan tugasnya adalah Silahkan kalian tulis di buku tulis Akibat dari Mempunyai Sifat Bohong !

Hasilnya di photokan ya dan di kirim ke WA 087827115444

Selamat Belajar !

Segala Sesuatu di Langit dan di Bumi Memintakan Ampun untuk para Penuntut Ilmu

Karena kedudukan dan pahala yang besar bagi para penuntut ilmu, sampai-sampai  segala sesuatu, baik di langit maupun di bumi memintakan ampun untuknya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صاحب العلم يستغفر له كل شيء حتى الحوت في البحر

“Segala sesuatu memintakan ampun bagi ahlul ilmi, sampai-sampai ikan di lautan.” (HR. Abu Ya’laDinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Al-Jaami’ Ash-Shaghir  no. 7201)



Read more »

Rabu, 14 Oktober 2020

Pelajaran 3 PAI KELAS 6 (enam) SD Pelajaran ke 3: Indahnya Nama Nama Allah SWT

Bismillaahirrahmaanirraahiim.Assalaamu'alaikum.wr.wb.anak-anaku sekalian. Silahkan kalian dapat menonton video pembelajaran di bawah ini !

Catatan: Bagi yang tidak mempunyai kuota bisa di lewat langsung saja tugasnya ada di bawah, yaitu menghafal Asmaul Husna !

 

Setelah kalian menyimak video tersebut kemudian kalian hafalkan 99 Asmaul di bawah ini: minimal 1 hari 5 atau 10 dulu. Jika sudah hafal terus di lanjut ya. Jika misalkan 1 hari menghafal 10 saja, Ingsya Allah dalam waktu 10 hari kalian sudah hafal semuanya !

Daftar 99 Asmaul Husna

Berikut daftar 99 asmaul husna beserta artinya:

  1. Ar Rahman: Yang Maha Pengasih
  2. Ar Rahiim: Yang Maha Penyayang
  3. Al Malik: Yang Maha Merajai
  4. Al Quddus: Yang Maha Suci
  5. As Salaam: Yang Maha Memberi Kesejahteraan
  6. Al Mu'min: Yang Maha Memberi Keamanan
  7. Al Muhaimin: Yang Maha Mengatur
  8. Al 'Aziiz: Yang Maha Perkasa
  9. Al Jabbar: Yang Memiliki (Mutlak) Kegagahan
  10. Al Mutakabbir: Yang Maha Megah, yang memiliki kebesaran
  11. Al Khalik: Yang Maha Pencipta
  12. Al Baari': Yang Maha Melepaskan (membuat, membentuk, menyeimbangkan)
  13. Al Mushawwir: Yang Maha Membentuk Rupa (makhluk-Nya)
  14. Al Ghaffaar: Yang Maha Pengampun
  15. Al Qahhaar: Yang Maha Menundukkan/Menaklukkan Segala Sesuatu
  16. Al Wahhaab: Yang Maha Pemberi Karunia
  17. Ar Razzaaq: Yang Maha Pemberi Rezeki
  18. Al Fattaah: Yang Maha Pembuka Rahmat
  19. Al 'Aliim: Yang Maha Mengetahui
  20. Al Qaabidh: Yang Maha Menyempitkan
  21. Al Baasith: Yang Maha Melapangkan
  22. Al Khaafidh: Yang Maha Merendahkan
  23. Ar Raafi': Yang Maha Meninggikan
  24. Al Mu'izz: Yang Maha Memuliakan
  25. Al Mudzil: Yang Maha Menghinakan
  26. Al Samii': Yang Maha Mendengar
  27. Al Bashiir: Yang Maha Melihat
  28. Al Hakam: Yang Maha Menetapkan
  29. Al 'Adl: Yang Maha Adil
  30. Al Lathiif: Yang Maha Lembut
  31. Al Khabiir: Yang Maha Mengenal
  32. Al Haliim: Yang Maha Penyantun
  33. Al 'Azhiim: Yang Maha Agung
  34. Al Ghafuur: Yang Maha Memberi Pengampunan
  35. As Syakuur: Yang Maha Pembalas Budi
  36. Al 'Aliy: Yang Maha Tinggi
  37. Al Kabiir: Yang Maha Besar
  38. Al Hafizh: Yang Maha Memelihara
  39. Al Muqiit: Yang Maha Pemberi Kecukupan
  40. Al Hasiib: Yang Maha Membuat Perhitungan
  41. Al Jaliil: Yang Maha Luhur
  42. Al Kariim: Yang Maha Pemurah
  43. Ar Raqiib: Yang Maha Mengawasi
  44. Al Mujiib: Yang Maha Mengabulkan
  45. Al Waasi': Yang Maha Luas
  46. Al Hakim: Yang Maha Bijaksana
  47. Al Waduud: Yang Maha Mengasihi
  48. Al Majiid: Yang Maha Mulia
  49. Al Baa'its: Yang Maha Membangkitkan
  50. As Syahiid: Yang Maha Menyaksikan
  51. Al Haqq: Yang Maha Benar
  52. Al Wakiil: Yang Maha Memelihara
  53. Al Qawiyyu: Yang Maha Kuat
  54. Al Matiin: Yang Maha Kokoh
  55. Al Waliyy: Yang Maha Melindungi
  56. Al Hamiid: Yang Maha Terpuji
  57. Al Muhshii: Yang Maha Mengalkulasi
  58. Al Mubdi': Yang Maha Memulai
  59. Al Mu'iid: Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
  60. Al Muhyii: Yang Maha Menghidupkan
  61. Al Mumiitu: Yang Maha Mematikan
  62. Al Hayyu: Yang Maha Hidup
  63. Al Qayyuum: Yang Maha Mandiri
  64. Al Waajid: Yang Maha Penemu
  65. Al Maajid: Yang Maha Mulia
  66. Al Wahid: Yang Maha Tunggal
  67. Al Ahad: Yang Maha Esa
  68. As Shamad: Yang Maha Dibutuhkan
  69. Al Qaadir: Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
  70. Al Muqtadir: Yang Maha Berkuasa
  71. Al Muqaddim: Yang Maha Mendahulukan
  72. Al Mu'akkhir: Yang Maha Mengakhirkan
  73. Al Awwal: Yang Maha Awal
  74. Al Aakhir: Yang Maha Akhir
  75. Az Zhaahir: Yang Maha Nyata
  76. Al Baathin: Yang Maha Ghaib
  77. Al Waali: Yang Maha Memerintah
  78. Al Muta'aalii: Yang Maha Tinggi
  79. Al Barru: Yang Maha Penderma (maha pemberi kebajikan)
  80. At Tawwaab: Yang Maha Penerima Taubat
  81. Al Muntaqim: Yang Maha Pemberi Balasan
  82. Al Afuww: Yang Maha Pemaaf
  83. Ar Ra'uuf: Yang Maha Pengasuh
  84. Malikul Mulk: Yang Maha Penguasa Kerajaan
  85. Dzul Jalaali Wal-Ikraam: Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
  86. Al Muqsith: Yang Maha Pemberi Keadilan
  87. Al Jamii': Yang Maha Mengumpulkan
  88. Al Ghaniyy: Yang Maha Kaya
  89. Al Mughnii: Yang Maha Pemberi Kekayaan
  90. Al Maani: Yang Maha Mencegah
  91. Ad Dhaar: Yang Maha Penimpa Kemudharatan
  92. An Nafii': Yang Maha Memberi Manfaat
  93. An Nuur: Yang Maha Bercahaya
  94. Al Haadii: Yang Maha Pemberi Petunjuk
  95. Al Badii': Yang Maha Pencipta Tiada Bandingannya
  96. Al Baaqii: Yang Maha Kekal
  97. Al Waarits: Yang Maha Pewaris
  98. Ar Rasyiid: Yang Maha Pandai
  99. As Shabuur: Yang Maha Sabar
Keutamaannya adalah:

إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا ، مِائَةً إِلا وَاحِدَةً ، مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Sesunguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, siapa yang menjaganya maka dia masuk surga.” (HR. Bukhari, no.2736, Muslim, no.2677 dan Ahmad, no.7493).

Keterangan Syekh Abdul Aziz bin Baz megenai makna hadis:

Makna dari ‘menjaga’ adalah dengan menghafalnya, merenungkan maknanya, dan mengamalkan kandungan maknanya… mengingat adanya kebaikan yang banyak dan ilmu yang bermanfaat dalam mengamalkan kandungan makna asmaul husna tersebut. Karena mengamalkannya merupakan sebab kebaikan bagi hati, kesempurnaan takut kepada Allah, dan menunaikan hak-Nya.
(http://www.binbaz.org.sa/mat/12132 )

Keterangan Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin:
Bab, Nama Allah tidak terbatas dengan bilangan tertentu.

Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ

“Saya meminta kepada-Mu dengan perantara semua nama-Mu, yang Engkau gunakan untuk menamakan diri-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang diantara makhluk-Mu, atau yang Engkau simpan dalam sebagai rahasia di sisi-Mu.” (HR. Ahmad, Ibn Hibban, dan dishahihkan Syua’aib Al-Arnauth).

Kemudian Syekh Ibnu Utsaimin membawakan keterangan Ibnul Qayim:
Ibnul Qayim mengatakan dalam Syifaul Alil Hal. 472, Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sesunguhnya Allah memiliki 99 nama” tidaklah meniadakan bahwa Allah memiliki nama-nama yang lain. Sebagaimana ada orang mengatakan, “Fulan memiliki 100 budak untuk dijual dan 100 budak untuk pasukan perang.” Pendapat ini adalah pendapat mayoritas ulama. Tidak sebagaimana pendapat Ibnu Hazm, yang beranggapan bahwa nama-nama Allah hanya terbatas 99 saja.
(Al-Qawaidul Mutsla, Hal. 13 – 14).




Read more »

Kamis, 08 Oktober 2020

Materi Belajar Pai Kelas 4 (Empat) Sd Pelajaran Ke 3: Aku Anak Sholih

Materi Belajar Pai Kelas 4 (Empat) Sd Pelajaran Ke 3:
Aku Anak sholih Materi Pembelajaran :
Jujur disayang Allah SWT

Anak-anaku sekalian silahkan simak video di bawah ini !



Catatan: Bagi yang tidak mempunyai kuota. Bisa mempelajarinya dengan cara membacadi LKS dan Inti dari video tersebut tugas untuk kalian adalah Mendiskusikan dengan orang tua Sebutkan Manfa'at Sifat Jujur !








Read more »
 
Back to top